banner 728x250
Berita  

Pandangan Warga Terhadap Bangunan Pengendalian Sedimen Sungai Kawatuna di Palu , Pemerintah Tegaskan Fungsi Mitigasi Banjir

banner 468x60

Beritaharapan.site-Palu, Sulawesi Tengah – Pembangunan infrastruktur pengendalian sedimen di Kelurahan Kawatuna, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menuai beragam pandangan dari masyarakat setempat terkait manfaat dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

Sejumlah warga yang telah lama bermukim di kawasan tersebut menyampaikan pandangan mereka saat dikonfirmasi pada Rabu (6/5/2026). Beberapa di antaranya menilai kondisi aliran sungai saat ini cenderung kering dibandingkan dekade sebelumnya, sehingga muncul pertanyaan mengenai urgensi pembangunan struktur pengendali sedimen di lokasi tersebut.

Pengakuan warga bangunan proyek dilaksanakan pada tahun 2023, dengan hal itu adanya perubahan kondisi fisik di sekitar area pembangunan, khususnya setelah dilakukan pelebaran dan normalisasi sungai. Sebagian masyarakat berharap proyek tersebut benar-benar memberikan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan dan pemukiman warga.

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Wilayah Sungai Sulawesi III di Palu,menyampaikan lewat pesan WhatsApp 0812277XXXX , bahwa ini bangunan pengendali sedimen pada saat debit banjir sungai, sekarang memang sungai kering,tapi pada saat banjir sungai Kawatuna punya history destruktif dan bisa menimbulkan erosi bagi permukiman sekitar, perkebunan dan obyek vital Bandara Mutiara SIS Al-Jufri untuk itulah bangunan bangunan chek dam revetment dibangun.

Pekerjaan selesai di bulan November tahun 2025 masuk dalam Pekerjaan Palu Downstream (Sungai Kawatuna, Sungai Ngia, Sungai Mamara, dan Downstream Palu river dengan nilai Rp.158 Miliar.

Saat pelaksanaan konstruksi pernah banjir, sebelumnya juga disitu terjadi sedimentasi tinggii,makanya kami normalisasi sungai tersebut. Itu tandanya proses storage sedimen transpor disungai itu berjalan terus.
Tambahnya dalam pesan, ini disebut consulation dam setelah terbangun elevasi dasar sungai jadi stabil sekaligus kontribusi untuk stabilitas abutmen jembatan dihulu. Jawabnya dalam pesan WhatsApp.

Editor ; Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *