Beritaharapan-Sulawesi Tengah — Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan nasional di wilayah utara Sulawesi Tengah.
Proyek strategis pada ruas Umu–Paleleh–Lokodoka–Buol kini memasuki tahap intensif, dengan fokus tidak hanya pada peningkatan konektivitas, tetapi juga pada aspek keselamatan dan ketahanan infrastruktur di tengah kondisi geografis yang menantang.
Pekerjaan yang berada di bawah tanggung jawab PPK Ruas 1.1 ini telah dimulai sejak Februari 2026 dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Dengan nilai anggaran sekitar Rp40 miliar, proyek ini mencakup rekonstruksi jalan, rehabilitasi, hingga penanganan titik rawan longsor yang kerap menghambat mobilitas di kawasan tersebut.
Berbeda dari sekadar proyek peningkatan jalan, pelaksanaan di lapangan menunjukkan kompleksitas tinggi. Medan berbukit dan potensi bencana alam menjadi tantangan utama, sehingga pengerjaan dilakukan secara bertahap dan simultan agar tetap menjaga akses transportasi masyarakat.
PPK 1.1 Satker PJN 1, Novia Endhianata dalam keterangannya pada 7 April 2026 menegaskan bahwa strategi pekerjaan telah disusun secara sistematis untuk memastikan proyek berjalan sesuai target. Selain itu, ia mengingatkan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan selama proses konstruksi berlangsung.
“Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan secara instan karena mempertimbangkan kondisi lapangan. Kami juga mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan pekerja,” ujarnya.

Saat ini, sejumlah pekerjaan prioritas tengah berlangsung, termasuk pemeliharaan rutin di ruas Buol–Lokodoka dan pengerjaan lapis pondasi agregat (LPA) guna memperkuat struktur jalan. Di sisi lain, penerapan standar K3 menjadi syarat wajib bagi penyedia jasa, termasuk pemasangan rambu lalu lintas di area proyek.
Proyek ini dinilai penting untuk membuka akses wilayah terisolasi serta memperlancar distribusi logistik di kawasan utara Sulawesi Tengah. Namun demikian, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan pengerjaan, melainkan juga oleh kualitas hasil serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan berbagai tantangan yang ada, percepatan pembangunan jalan nasional ini diharapkan tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga mampu menghadirkan infrastruktur yang aman, tahan lama, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Laporan beritaharapan. Steven















