banner 728x250

Ina Loce Lestarikan Anyaman Pandan Hutan, Warisan Leluhur Saat Panen Padi di Desa Lembantongoa

banner 468x60

Sigi – Sejak zaman orang tua dahulu, pandan hutan menjadi salah satu tanaman yang sangat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat pedesaan, khususnya saat musim panen padi. Daun pandan hutan diolah menjadi tikar dan bakul tradisional yang memiliki banyak kegunaan dalam aktivitas sehari-hari.
Di wilayah Kabupaten Sigi, tepatnya di Desa Lembantongoa, tradisi menganyam daun pandan hutan masih terus bertahan. Salah satu perajin yang setia menjaga warisan budaya ini adalah seorang ibu lansia yang akrab disapa Ina Loce.
Pada masa lalu, tikar pandan digunakan sebagai alas untuk menjemur padi usai dipanen. Tikar tersebut juga dipakai sebagai alas duduk bersama keluarga saat memisahkan bulir padi dari tangkainya. Selain itu, tikar pandan menjadi perlengkapan penting dalam berbagai kegiatan adat dan kebersamaan warga.
Sementara itu, bakul yang dianyam dari daun pandan hutan berfungsi sebagai wadah untuk mengangkut hasil panen dari sawah ke rumah. Bakul ini dikenal kuat, ringan, dan tahan lama, sehingga sangat membantu para petani dalam membawa padi, jagung, maupun hasil kebun lainnya.
Proses pembuatannya pun tidak mudah. Daun pandan hutan harus dipilih yang sudah cukup tua, kemudian dibersihkan, dijemur hingga kering, dan diraut agar lentur sebelum dianyam dengan teknik khusus. Keahlian ini biasanya diwariskan secara turun-temurun dari orang tua kepada anak-anak mereka.
Kini, di tengah arus modernisasi dan maraknya penggunaan peralatan plastik, jumlah perajin anyaman pandan semakin berkurang. Namun Ina Loce tetap tekun menganyam di beranda rumahnya. Bagi dirinya, menganyam bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari menjaga identitas budaya dan kenangan masa lalu.
Warga setempat berharap keterampilan menganyam pandan hutan ini dapat terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda, agar warisan leluhur tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *