Beritaharapan-Sulawesi Tengah — Pembangunan proyek preservasi ruas jalan nasional Tolai–Sausu terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal April 2026, progres fisik proyek tercatat telah mencapai 15,89 persen, melampaui rencana awal sebesar 12,13 persen
Capaian tersebut menjadi sinyal optimisme bahwa proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp112,6 miliar ini dapat diselesaikan tepat waktu, bahkan ditargetkan rampung sebelum 31 Desember 2026. Pihak pelaksana menilai percepatan ini tidak lepas dari strategi kerja yang terukur serta koordinasi yang berjalan baik di lapangan.
Meski demikian, pelaksanaan proyek tidak lepas dari tantangan. Curah hujan yang cukup tinggi menjadi kendala utama yang memengaruhi ritme pekerjaan, khususnya pada tahapan konstruksi tertentu. Kondisi cuaca tersebut diakui berdampak pada mobilisasi alat dan efektivitas pekerjaan di lapangan.
Dari sisi kinerja, penyedia jasa yang terlibat dalam proyek ini mendapat penilaian positif. Kolaborasi antara kontraktor lokal seperti PT Bina Kaili yang tergabung dalam kerja sama operasi (KSO) bersama PT Putra Nagroe Aceh dinilai berjalan optimal. Keterlibatan kontraktor lokal juga memberikan dampak signifikan terhadap pemberdayaan tenaga kerja setempat serta mendorong perputaran ekonomi di wilayah sekitar proyek.
Untuk memastikan proyek tetap berjalan sesuai target, berbagai langkah pengawasan terus diperkuat, baik dari aspek teknis maupun administrasi. Selain itu, antisipasi terhadap potensi keterlambatan juga telah disiapkan dengan menambah jumlah tenaga kerja serta mengoptimalkan penggunaan peralatan di lapangan.
Secara keseluruhan, proyek peningkatan ruas Tolai–Sausu ini diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain memperlancar arus distribusi barang, keberadaan jalan yang lebih baik juga diyakini akan meningkatkan mobilitas warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Dengan progres yang melampaui rencana dan strategi percepatan yang terus dilakukan, proyek ini diharapkan menjadi salah satu penopang konektivitas wilayah di Sulawesi Tengah yang semakin andal dan berdaya saing.(Redaksi Armin)















